PCM Baner

Download GRATIS PDF dan 3 Video Kaya dari Properti TANPA MODAL

Cari

Translate

Tuesday, February 22, 2011

[Seri Kehidupan di Jepang] Wah .... istriku hamil ... Alhamdulillah ...

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuhu,
Masha Alloh, menarik sekali sharingnya, jika boleh saya ingin menambahkan, selain hanya ada besarnya biaya, lebih baik kita sudah membuat rencana keuangan tuh bagi si cabang bayi. Berikut adalah apa yang telah kami lakukan;
Sebelum menikah,
  1. Merencanakan biaya mahar, hantaran dan isi kamar
  2. Merencanakan biaya lamaran
  3. Merencanakan biaya akad nikah dan walimah
Setelah Menikah,
  1. Merencanakan pembelian rumah (KPR)
  2. Merencanakan pembelian perabot rumah
  3. Merencanakan pembelian kendaraan
  4. Merencanakan kehamilan dan jarak antara anak pertama, kedua, ketiga.....dan seterusnya
  5. Merencanakan perkiraan biaya kehamilan, pemeriksaan s.d. melahirkan setiap anak
Hamil anak pertama
  1. Merencana ulang biaya pemeriksaan s.d. melahirkan dan merevisi setiap waktu jika ada perubahaan biaya
  2. Merencanakan biaya pembelian perlengkapan, pakaian dan makanan (susu; popok sekali pakai; bubur tambahan) cabang bayi dari mulai lahir s.d. usia 3 tahun.
  3. Merencanakan biaya pendidikan mulai dari kelompok bermain s.d. Universitas (pasca sarjana-master-doctor) - bisa bekerja sama dengan asuransi pendidikan (syariah)
  4. Merencanakan biaya mahar, hantaran, isi kamar, lamaran, akad nikah dan walimah bagi si cabang bayi.
Kelahiran anak pertama
  1. Merencana ulang biaya pembelian perlengkapan, pakaian dan makanan (susu; popok sekali pakai; bubur tambahan) serta merevisi setiap waktu jika ada perubahan biaya.
  2. Ketika anak berusia 5 tahun bertepatan dengan pelajaran mengenai cita-cita saat di TK, penting ditanyakan apa cita-cita anak kita.
  3. Merencana ulang biaya pendidikan terutama universitas (pasca sarjana-master-doctor) sesuai dengan cita-cita anak - jika sudah memiliki asuransi pendidikan sebelumnya, sebaiknya diskusikan kembali dengan pihak perusahaan asuransi tersebut.
Melakukan hal yang sama saat hamil dan kelahiran anak kedua, ketiga........ dan seterusnya.

Demikian rencana keuangan yang berkaitan dengan anak. Penting dalam memberikan pendidikan untuk mendidik anak-anak kita menjadi anak soleh karena ini adalah salah satu investasi dunia akhirat yang tak terputus dari tiga investasi lainnya yang tentunya antum semua sudah mahfum.

Afwanbikum jika ada kata yang salah dan kurang berkenan.

Jazakum Alloh khairon,
Ila liqo, billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaykum WR WB,

Maulana Pribadi, SE


    "Tejo Bawono" <tejo_bawono@arabian-pipes.com> Feb 22 08:33AM +0300 ^

    Cerita dari negeri sakura...u/ sharing dan ditunggu cerita dari negeri
    padang pasir...



    Tejo Bawono

    tejo_bawono@arabian-pipes.com







    From: pks-jepang@yahoogroups.com [mailto:pks-jepang@yahoogroups.com] On
    Behalf Of Endrianto Djajadi
    Sent: Tuesday, February 22, 2011 1:02 AM
    To: Endrianto Djajadi
    Subject: [pks-jepang] [Seri Kehidupan di Jepang] Wah .... istriku hamil
    ... Alhamdulillah ...





    Assalaamu'alaikum wr wb



    Karena banyak kohai (adik kelas) yang akan menikah dan juga akan

    menjadi ayah, ini sedikit tulisan pengalaman yang mudah2 an bisa

    berguna.



    Seri Kehidupan di Jepang atau SKJ ini sudah pernah saya tulis

    dalam berbagai seri spt kelahiran anak, anak mau masuk SD,

    cara memanggil ambulance, kalau ada yang meninggal di jepang dl.

    Sekarang lagi di buat HP nya agar bisa diakses dan tersimpan

    terus di internet.



    Tapi kalau ada yang penasaran silakan di searching

    di milis ini dengan keyword SKJ atau Seri Kehidupan di Jepang.

    atau ditanya ke om Google dengan keyword di atas.



    Terima kasih



    wassalaamu'alaikum wr wb



    endri

    ============================================



    [Seri Kehidupan di Jepang] Wah .... istriku hamil ... Alhamdulillah ...



    Pertama-tama saya ingin memberikan selamat kepada teman-teman
    yang telah diberikan amanah yaitu dengan hamilnya istri.
    Mudah-mudahan bisa dijaga sampai janin ini berkembang dan lahir bayi
    yang sehat dan kuat.



    Beberapa hal yang perlu teman-teman perhatikan dan lakukan akan
    saya sampaikan secara singkat, mudah-mudahan alur dari pemeriksaan
    awal sampai kelahiran bisa tergambarkan dengan baik, sehingga
    tidak ada hal-hal yang terlewatkan.



    1. Masa kritis

    Masa kritis dalam kehamilan adalah masa awal sampai 4 bulan
    pertama. Bila kandungan tidak dijaga dengan baik maka kemungkinan
    keguguran akan ada. Oleh karenanya pada masa ini diharapkan
    sang ibu mengurangi aktifitasnya dan menjaga kandungan dengan baik.
    Masa kritis berikutnya adalah ketika masa kandungan berumur 7 bulan
    sampai 10 bulan. Bila sang ibu terlalu banyak beraktifitas
    bayi akan lahir pada usia 7 bulan. Karena belum saatnya lahir
    kemungkinan besar anak akan dirawat di RS terlebih dahulu.



    2. Pemeriksaan awal

    Setelah sekitar 2 bulan, istri tidak datang bulan ini memberikan tanda
    ada kemungkinan istri hamil. Kita beli alat di apotik untuk
    mengecek apakah istri hamil atau tidak. Andaikata hasil dari alat
    tersebut menunjukkan istri hamil, maka secepatnya kita mencari
    RS yang cocok untuk istri kita, misalnya mencari RS yang dokternya
    wanita. Mencari RS yang cocok ini cukup sulit karena tidak semua
    RS mempunyai dokter kandungan yang wanita. Perlu teman-teman tanyakan
    kepada sempai-sempai yang sudah pernah melahirkan diJepang di dokter
    mana mereka mengecek kehamilannya.

    Kalau teman-teman tinggal di daerah kawasaki dan yokohama dan
    sekitar Tokyu Den-en Toshi Line ada 3 tempat seperti, RS di Mizonoguchi,
    RS Yokohama Prefecture di Azamino, RS Showa University di Fujigaoka.

    Pada pemeriksaan awal biasanya akan dicek darah dan air seni dari
    sang ibu dan pengecekan langsung oleh sang dokter untuk melihat
    keadaan janin. (jadi pada pengecekan awal ini karena pengecekan
    langsung oleh dokter mungkin sang ibu akan merasakan sakit.
    Harap bersabar dan perbanyak istighfar).
    Untuk pengecekan berikutnya, tidak pengecekan langsung tapi menggunakan
    alat USG untuk melihat besar bayi, besar tulang, besar kepala dll.
    Pemeriksaan langsung ini akan dilakukan lagi nanti setelah dekat
    dengan hari kelahiran.



    3. Mengambil boshi-techo

    Boshi Techo adalah satu buku catatan yang berisi perkembangan sang ibu
    dan janin. Boshi techo ini bisa kita dapatkan setelah kandungan
    telah berusia sekitar 3-4 bulan. Silakan teman-teman datang ke
    City Hall (Shiyakusho) untuk mengambil Boshi-techo ini.
    Setiap permeriksaan ke dokter kita wajib menyertakan Boshi-techo ini,
    karena di dalam Boshi-techo ini akan tertulis segala perkembangan
    sang ibu seperti berat badan, lingkar perut, tekanan darah dllnya.
    Nanti setelah anak lahir, semua perkembangan anak juga akan dicatat
    di Boshi-techo ini seperti berat ketika lahir, tanggal lahir dllnya,
    Vaksinasi BCG, Polio dllnya juga akan dicatat di Boshi-techo ini.
    Oleh karenanya Boshi-techo ini harap dijaga jangan sampai hilang,
    kerena seluruh perkembangan ibu dan anak tertulis di buku ini.
    Ketika kita apply Boshi-techo ke Shiyakusho, mereka juga memberikan
    kupon dimana ketika kita periksa ke dokter dan menggunakan kupon
    tersebut, biaya dokter akan menjadi lebih murah.



    Mulai tahun 2009 ada peraturan baru dimana ketika kita mengambil
    Bbshi-techo kita akan diberikan kupon sekitar 14 lembar yang
    terdiri dari 12 lembar @4700 yen dan 2 lembar @12000 yen.

    Penggunaan dari kupon ini sebagai berikut :
    Pada pemeriksaan rutin biayanya tergantung dari RS atau klinik tempat
    kita periksa. Biasanya berkitar 5000-6000 yen setiap pemeriksaan.
    Pada saat itu kita bisa menggunakan kupon @4700 yen itu sehingga
    kita hanya membayar kekurangannya saja sebesar 1300 yen.
    Ada saatnya diperlukan pemeriksaan darah yang memerlukan biaya 15.000
    yen.
    Bila kita menggunakan kupon @12.000 yen, kita hanya menambahkan
    kekurangannya 3000 yen saja.

    Adakalaya ketika diakhir-akhir menjelang kelahiran, kupon yang
    tersisa hanya @12.000 sedangkan biaya pemeriksaan sekitar 9.000 maka
    kita tidak bisa menggunakan kupon yang 12.000 itu karena kupon tersebut
    hanya dapat digunakan untuk pemeriksaan yang lebih dari 12.000 yen,
    sehingga saat itu kita harus membayar 9.000 yen ke RS.
    Akan tetapi yang menarik adalah, ada mekanisme bila kita mengalami
    hal ini, kita dapat meminta kembali uang kita sebesar 9.000 yen ke
    Shiyakusho dengan syarat kita mengembalikan kupon @12.000 dan
    menyertakan kwitansi pembayaran 9.000 yen itu. Setelah beberapa pekan
    Shiyakusho akan mentransfer 9.000 yen ke dalam rekening bank kita.



    4. Waktu pemeriksaan di dokter

    Pada bulan-bulan awal kita akan diperiksa setiap bulan kemudian menjadi
    setiap 2 pekan dan setelah dekat hari kelahiran kita diminta datang
    setiap pekan. Pemeriksaan setiap pekan ini untuk mengantisipasi
    bila terjadi perubahan yang sangat cepat pada ibu atau calon bayi.
    Misalnya anak sudah sebentar lagi lahir tetapi kepalanya masih di atas
    sehingga diperlukan training agar kepala anak berada di pindah ke bawah
    yaitu posisi lahir. Bila sampai waktu lahirnya kepala anak
    tetap di atas maka kelahiran normal tidak bisa dilakukan,
    perlu kelahiran dengan operasi cesar.



    5. Proses kelahiran

    Idealnya anak lahir setelah berusia 40 pekan dalam kandungan, akan
    tetapi ada kalanya lebih cepat dari 40 pekan atau mungkin justru
    lebih lambat dari 40 pekan. Ciri-ciri ibu yang akan melahirkan
    adalah perut mulai tegang dalam beberapa menit. Biasanya diawali
    dengan tegangnya perut 10 menit sekali. Bila sudah 3-5 menit
    sekali perut terasa tegang maka kita perlu cepat pergi ke RS
    karena ini menandakan sebentar lagi bayi akan lahir.
    Ada istilah kalau dalam bahasa indonesianya "pembukaan", misalnya
    pembukaan 1 berarti jalan anak keluar baru terbuka sebesar 1 jari,
    kalau pembukaan 5 berarti jalan anak keluar sudah sebesar 5 jari
    yang dilebarkan. Dan anak akan lahir ketika pembukaan 10 dimana
    jalan untuk keluar anak sudah sebesar 10 jari atau sekitar sebesar
    kepala dan badan bayi.
    Bagi teman-teman yang akan melahirkan anak pertama biasanya
    waktu pembukaan pertama sampai pembukaan 10 ini cukup lama.
    Tetapi yang perlu diperhatikan, kadang kala ada juga yang dari
    pembukaan 3 ke pembukaan 10 hanya memakan waktu beberapa menit saja.
    Ini tergantung dari garak sang bayi, bila bayi bergerak sangat
    agresif dan sang ibu juga bekerja sama dengan baik maka proses ini
    bisa berjalan begitu cepat.

    Di sini yang perlu diperhatikan adalah masalah air ketuban.
    Ada kalanya sebelum kelahiran, air ketuban sudah keluar dimana
    ada kemungkinan ada kebocoran di rahim. Air ketuban adalah air
    yang ada di dalam rahim dan selama anak dalam rahim, dia hidup
    di dalam air ketuban ini. Air ketuban ini sangat diperlukan
    untuk memperlancar proses kelahiran. Ibaratnya sebagai pelicin
    agar bayi bisa keluar dengan mulus tanpa hambatan.
    Jadi bila air ketuban sudah pecah perlu secepatnya melaporkan hal
    ini kepada dokter agar diambil tindakan2 yang cepat. Karena bila
    air ketuban keluar semua, nantinya anak akan sulit untuk lahir.
    Normalnya sejak air ketuban pecah sekitar 5-7 menit bayi akan lahir.



    Kalau dirangkum urutan kelahiran sebagai berikut :

    1. Perut tegang 10 menit sekali
    2. Perut tegang 3-5 menit sekali -> perlu cepat ke RS
    3. Pembukaan 1 sampai pembukaan 10
    4. Ketika pembukaan 10, air ketuban keluar
    5. 5-7 menit berikutnya bayi akan lahir.
    6. Dokter akan menggunting plasenta bayi agar terlepas dari rahim
    7. Dokter akan menyedot dari mulut bayi air ketuban yang masuk
    ke dalam badan bayi
    8. Bayi dibersihkan oleh suster dan diletakkan disisi sang ibu.
    9. Diazankan, diiqomatkan
    10. Foto-foto bersama sang bayi



    Selamat !!! anda sudah menjadi bapak sekarang ... dan tugas berikutnya
    adalah menyelesaikan proses administrasi seperti lapor kelahiran
    ke shiyakusho, ke KBRI dan ke Imigrasi.



    RS di Jepang banyak yang membolehkan sang ayah mengikuti proses
    kelahiran.
    Tetapi dari awal dokter akan menanyakan dulu apakah sang ayah kuat
    melihat darah, bila tidak kuat maka tidak boleh mengikuti proses
    kelahiran
    karena akan merepotkan sang dokter. Tapi kalau kuat saya sarankan untuk
    mengikuti proses kelahiran dan melihat secara langsung bagaimana
    payahnya sang istri ketika melahirkan anak. Mudah-mudahan rasa cinta
    kepada istri akan bertambah lagi.



    Selain itu kita juga diperbolehkan untuk azan dan iqomah dan juga
    mengambil
    video atau foto ketika bayi baru lahir.



    Demikian dari saya, mudah-mudahan bisa menjadi gambaran teman-teman
    yang akan melahirkan.



    wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



    Yokohama, 22 Februari 2011

    Endrianto Djajadi
    1993-Sekarang




    *********************************************
    Endrianto Djajadi
    Email : endrix2002@yahoo.com
    " Good Work for Good Future "
    http://endrianto-djajadi.blogspot.com/
    *********************************************