PCM Baner

Download GRATIS PDF dan 3 Video Kaya dari Properti TANPA MODAL

Cari

Translate

Saturday, May 31, 2008

Re: [cerdasfinansial] Indonesia's 40 Richest (Forbes report)

Assalamu'alaykum WR WB,

"Kepunyaan Allah apa yang dilangit dan apa yang ada dibumi "(Al Baqarah : 255)

Tanpa kita doakan mereka sudah melakukannya. Sekarang bagaimana dengan kita? Apa kita ingin mengikuti langkah mereka sehingga bisa mendapat kelapangan rejeki tanpa batas sesuai dengan kehendak Allah SWT seperti mereka?

Kami pernah menyampaikan dalam presentasi bulanan di Islamic Musrefah - Jeddah Arab Saudi dan artikel di http://cerdasfinansial.blogspot.com bahwa pola alokasi dalam APBK (Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga) adalah sebagai berikut:

1. 2.5% + 7.5% untuk ZISWAF (Zakat, infaq, sodaqoh dan wakaf) di jalan Allah
2. 10% untuk investasi (menciptakan lapangan usaha & lapangan kerja)
3. 10% - 20% untuk membayar utang personal (terhadap seseorang apakah itu kerabat atau teman). Apabila utang personal tidak ada maka alokasinya ditambahkan ke poin 2 (investasi)
4. 60% - 70% untuk nafkah kebutuhan biaya hidup (cost of life) keluarga, orang tua, kerabat (termasuk cicilan kartu kredit, KPM dan KPR serta premi asuransi).

Subhanallah, sejak awal mereka yang diberi kelapangan rezeki tanpa batas sesuai dengan kehendak Allah SWT melakukan pola alokasi seperti diatas bahkan lebih revolusioner lagi (APBK Revolusioner) dimana besar presentasinya berbeda yaitu sebagai berikut:

1. 2.5% + 7.5% untuk ZISWAF (Zakat, infaq, sodaqoh dan wakaf) di jalan Allah
2. 50% untuk investasi (menciptakan lapangan usaha & lapangan kerja)
3. 10% - 20% untuk membayar utang personal (terhadap seseorang apakah itu kerabat atau teman). Apabila utang personal tidak ada maka alokasinya ditambahkan ke poin 2 (investasi)
4. 20% - 30% untuk nafkah kebutuhan gaya hidup (life style) keluarga, orang tua, kerabat (termasuk cicilan kartu kredit, KPM dan KPR serta premi asuransi).

Sampai saat ini pun mereka tetap melakukan pola alokasi APBK Revolusioner diatas. Hanya saja faktor pengalinya (pendapatan) yang terutama pendapatan dari asset pasif (pasive income) yang jumlahnya lebih besar dari kebutuhan gaya hidupnya (life style) mereka. Sehingga walaupun besarnya tetap (20% - 30%) tetapi sudah cukup untuk membiayai kebutuhan gaya hidup (life style) mereka.
Pertanyaanya adalah apakah sahabat mau mengikuti langkah mereka?
Insha Allah pola APBK Revolusioner inilah yang sedang kami jalankan. Walaupun saat ini kebutuhan gaya hidup (life style) keluarga kami berlum tercapai. Keyakinan kepada Allah SWT dan tetap menjadikan kebutuhan gaya hidup (life style) keluarga kami sebagai impian/visi-misi/cita-cita/niat. Insha Allah akan selalu menjadi motivator kami untuk tetap istiqomah berusaha hingga berhasil mencapainya.
Jazakum Allah khair,
Ila liqo, billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaykum WR WB,

Maulana Pribadi, SE

Monday, May 19, 2008

Indofood Terbitkan Obligasi Rp1,5 Triliun

Indofood Terbitkan Obligasi Rp1,5 Triliun
(Sumber : Media Indonesia, Selasa, 22 April 2008)

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) berencana menerbitkan obligasi kelima (Obligasi Indofood V) senilai Rp1,5 triliun dengan tingkat bunga tetap. Obligasi dengan jangka waktu lima tahun tersebut tidak dijamin dengan agunan khusus berupa benda atau pendapatan perseroan.
Dalam prospektus perseroan yang diterbitkan di Jakarta, kemarin, diungkapkan bahwa sebagian dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi itu sebesar 82%, atau Rpl,226 triliun, akan digunakan untuk membayar kembali obligasi II 2003 yang jatuh tempo 10 Juni 2008. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.
Indofood telah menunjuk penjamin emisi dalam penerbitan Obligasi itu, yakni PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas Indonesia, PT ING Securities Indonesia, PT Kim Eng Securities, dan PT Mandiri Sekuritas. Adapun wali amanat yang ditunjuk adalah PT Bank Mega Tbk.
Dalam prospektus tersebut juga dijelaskan, pernyataan efektif dari Bapepam-LK diharapkan keluar pada 27 Mei 2008. Dengan demikian masa penawaran bisa dilakukan 30 Mei 2008 hingga 3 Juni 2008 mendatang. Pencatatan di bursa pada 9 Juni 2008.
Sebelumnya dalam laporan keuangan teraudit, Indofood membukukan laba bersih sepanjang 2007 sebesar Rp980,357 miliar. Laba itu tumbuh 48% jika dibandingkan dengan laba pada 2006 sebesar Rp661,210 miliar.

Grup agrobisnis

Sementara itu, di sisi penjualan, perseroan meraih Rp27,858 triliun. Jumlah tersebut naik 27% daripada tahun sebelumnya sebesar Rp21,941 triliun.
"Pada tahun ini Indofood mencapai kemajuan yang berarti. Selain memperkuat usaha bisnisnya, perseroan juga pada 2007 berhasil mengakuisisi PT London Sumatra Plantation Tbk, sehingga bisnis kami berubah dari grup minyak goreng dan lemak nabati menjadi grup agrobisnis," ungkap Direktur Utama dan CEO Indofood Anthoni Salim.
Pencapaian tersebut disumbangkan oleh pertumbuhan penjualan setiap grup. Seperti grup produk konsumen bermerek yang meliputi mi instan, penyedap makanan, makanan ringan, serta nutrisi dan makanan khusus yang menyumbangkan pertumbuhan 25,3%. Grup Bogasari tumbuh 29,1%, Grup Agribisnis tumbuh 64,4%, dan Grup Distribusi 16,9%.
Akhir tahun lalu, PT Salim Ivomas Pratama, anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk, telah melakukan pembayaran sebesar Rp8,4 triliun atas pembelian saham PT London Sumatra Plantation Tbk (Lonsum). Dengan pembayaran tersebut, Salim Ivomas memiliki 769.438.500 lembar saham atau setara 54,6% saham Lonsum. "Pada penawaran tender juga terdapat saham perusahaan sasaran (Lonsum) sejumlah 135.500 lembar yang ikut dijual," ujamya.
Salim Ivomas mendapatkan pemyataan efektif atas penawaran tender saham Lonsum dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada tanggal 20 November 2007. Pada penawaran tender, Salim Ivomas membeli 36,6% atau 500,095 juta lembar saham Lonsum dari First Durango Singapore Pte Ltd dan Ashmore Funds.
Perseroan juga membeli surat utang konversi (mandatory convertible notes) senilai US$47 juta yang bisa dikonversi menjadi 169,343 juta lembar saham atau 19,7%.