PCM Baner

Download GRATIS PDF dan 3 Video Kaya dari Properti TANPA MODAL

Cari

Translate

Thursday, January 17, 2008

Kekayaan yang Tiada Habis, (Bag. 4 - tamat)

5. Berdoa dan Memohon kepada Allah


Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, sikap menjaga martabat, dan kekayaan. (HR.Muslim)

Syaikh Abdurrahman Nashir As-Sadi rahimahullah, berkata:Ini merupakan salah satu doa yang paling luas cakupan maknanya dan paling bermanfaat. Doa ini mengandung permohonan agar dikarunia kebaikan di dunia dan akhirat. Afaf (sikap menjaga martabat) dan ghina (kekayaan) mengandung arti menjaga kehormatan di hadapan sesama manusia, tidak menggantungkan diri kepada mereka dan merasa kaya dengan Alloh, rizki-Nya, sikap menerima dengan senang hati terhadap apa yang ada pada dirinya, serta diperolehnya kecukupan yang bisa menenangkan hati. Dengan semua itu, sempuralah kebahagiaan hidup di dunia dan ketenangan batin, dan itulah hayah thoyyibah (kehidupan yang baik).

6. Menjauhi Orang-Orang yang Suka Berkeluh Kesah

Teman, kawan, orang-orang di sekitar kita, sangat besar pengaruhnya pada diri kita. Siapa yang lama berkawan dengan orang-orang yang suka berkeluh kesah dan ambisius, maka akan tertimpa penyakit mereka. Hawa nafsu dan akhlak mereka akan menular kepada dirinya. Sebaliknya, berkawan dengan orang-orang sholih, senantiasa berdzikir, zuhud (sekalipun mereka adalah orang-orang kaya dan lapang), akan mendorong kita mengikuti mereka: memiliki sifat qonaah, zuhud, menerima dengan senang hati semua rizki yang telah dibagikan oleh Allah.

Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, Seseorang mengikuti agama kawan dekatnya, maka hendaklah setiap orang dari kalian memperhatikan siapa yang menjadi kawan dekatnya.

7. Melihat yang di bawah

Andaikata anak Adam memiliki dua lembah emas, pasti ia ingin memiliki dua lembah, dan mulutnya tidak kunjung bisa dipenuhi, kecuali dengan tanah. Dan Allah menerima taubat siapa yang bertaubat. (HR.Bukhari-Muslim)

Manusia, memiliki watak dasar yang mendorongnya utnuk mencintai harta dan dunia. (terkadang) hal ini menjadikan kita melupakan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Bagaimanapun keadaan yang ada pada diri kita, setiap kita pasti telah dikaruniai nikmat dari Allah yang saking banyaknya tidak mampu kita inventarisir dan hitung. Bukan hanya telah, tapi semua yang telah dan akan kita alami adalah nikmat dan karunia Allah yang terkira.

Namun, nikmat dan karunia yang telah Allah berikan secara gratis kepada kita, terkadang terabaikan. Kita merasa kurang dan kurang… kita tidak peduli dan tidak menyadari nilainya… Hal ini bisa jadi karena kita selalu melihat orang-orang yang mendapat nikmat lebih baik dari kita.

Seandainya kita melihat orang-orang yang tidak seberuntung kita, orang-orang yang ada dibawah kita… atau satu atau beberapa nikmat dari Allah dicabut (misal: nikmat sehat)… baru kita merasakan nikmat-nikmat itu… barulah kita merasa tenang; oleh karena itu; salah satu faktor yang mendorong tumbuhnya sifat qona'ah adalah melihat orang yang keadaannya dibawah kita.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, Lihatlah kepada siapa yang lebih rendah dari kalian, jangan melihat kepada siapa yang lebih tinggi dari kalian; karena itu akan menjadikan kalian tidak menyepelekan nikmat Allah. (HR.Bukhori)

Inilah beberapa cara untuk menumbuhkan sifat qonaah dan menerima dengan senang hati rizki dan penghidupan yang telah dibagikan Allah kepada setiap kita.

Penutup

Pengetahuan tentang hal ini bukan semata-mata pengetahuan ilmiah naratif yang kering dari substansi pelaksanaan yang bisa membedakan antara orang yang bersikap qonaah atau senantiasa gundah gulana dan berkeluh kesah. Terkadang kita temui, orang yang memiliki sifat qonaah melimpah ruah tidak hafal dalil-dalil ilmiah dan prinsip-prinsip tersebut selain kandungan makna yang shohih. Dipihak lain, terkadang kita jumpai orang yang mengaku berilmu namun tidak memiliki sifat qonaah sama sekali. Inilah kenyataan yang ada pada kita sekarang ini. Anda ingin menjadi yang mana, wahai Saudaraku? Semoga Allah senantiasa menghiasi diri, keluarga, dan keturunan kita; serta kaum muslimin dengan sifat qonaah. Amiin.


--------------------------------------------------------------------------------
Referensi: Diringkas dari: Qonaah, Kekayaan Tiada Habisnya :Syaikh Abdulloh bin Abdul Hamid Al Atsari dari buku: Zuhud Dunia Cinta Akhirat, Sikap Hidup Para Nabi dan Orang-Orang Sholih: Ibnu Rojab Al-Hanbali, dll. Penerbit: Al-Qowam, Solo. Halaman 87-

Kekayaan yang Tiada Habis, (Bag. 3)

Jika kita memahami bahwa ambisi, keluh kesah, dan perhatian kita terhadap dunia dan harta, tidak akan menambah rizki, (karena tidak mungkin kita bisa mengoreksi ketetapan dan qodar Allah); pemahaman seperti dapat menumbuhkan sifat qonaah, tenang, rileks terhadap keadaan yang diterimanya, apakah kita kaya maupun miskin.

Sikap ridho seorang mukmin dalam menghadapi ketetapan qodha dan qodar Allah akan memberikan kepadanya mata yang jeli dalam melihat kondisi kehidupan dan hakikat pembagiannya. Yang menetapkan rizkinya adalah Allah, Allah juga yang telah membeda-bedakan tingkat rizki, melebihkan yang satu terhadap yang lainnya. Perbedaan ini merupakan ujian bagi kita; ujian bagi orang kaya engan kelebihannya, ujian bagi orang miskin dengan kekurangannya. Perbedaan antara orang kaya dengan orang miskin dalam rizki bukan merupakan bukti mengenai perbedaan kedudukan keduanya di dunia maupun di sisi Allah Azza wa Jalla.

Apakah mereka yang membagi-bagi rahamt Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (Az Zukhruf:32)

Bersikaplah ridho terhadap apa yang dibagikan oleh Allah, niscaya kamu menjadi manusia yang paling kaya. (HR.Ahmad)

4. Perjuangan Mental dan Bersabar
Sesuai dengan kebijaksanan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberi kita nafsu yang senantiasa menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat Tuhan.(Yusuf:53). Salah satu bentuk keliaran nafsu adalah permusuhannya terhadap sikap qonaah. Selama kita tidak melawan nafsu beserta keliarannya, ketika itu kita telah membuka pintu-pintu ambisi, ketamakan, kerakusan, kekikiran, dan keluh kesah.

Jauhilah sifat syuhh, karena sifat syuhh telah membinasakan orang-orang sebelummu, mendorong mereka untuk menumpahkan darah mereka dan melanggar hal-hal yang diharamkan bagi mereka. (HR.Muslim)

Imam Ibnu Rojab al Hanbali rahimahullah menjelaskan bahwa syuhh adalah ambisi besar yang mendorong pemilikinya mengambil banyak hal yang tidak halal, tidak menunaikan kewajiban terhadapnya. Substansi sifat ini adalah kerinduan diri kepada apa yang diharamkan oelh Allah serta tidak puas dengan yang telah dihalalkan oelh Alloh, baik menyangkut harta, kemaluan, atau lainnya.

Mengendalikan nafsu dan memaksanya memiliki sikap qonaah membutuhkan kesabaran dan ketabahan dari seorang mukmin. Kesabaran di sini berkaitan dengan hal-hal yang diharamkan dan hal-hal yang meragukan; karena sifat qonaah menuntut sikap zuhud, ridho, dan waro. Sabar dalam ketaatan dan tidak berbuat maksiat.

Kekayaan yang tiada habis (bag. 4 - tamat)

Kekayaan yang Tiada Habis, (Bag. 2)

Dengan bekal ini ia paham, bahwa hidup dunia hanyalah sementara, sebagaimana yang ia pelajari dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, Apa perluku dengan dunia? Perumpamaanku dengan dunia hanyalah ibarat pengendara ynag tidur siang sejenak di bawah naungan sebuah pohon, kemudian berangkat di sore hari dan meninggalkannya. (HR.Ahmad dan Tirmidzi). Hal ini akan menjadikannya bersikap menerima apapun yang terjadi dengan dirinya dengan senang hati.

Keimanan terhadap takdir yang baik maupun buruk akan memberikan sikap tenang dan ridho terhadap apa yang dialami, suka maupun duka. Hatinya senantiasa lapang, ia tidak mengenal kata gundah dengan sedikitnya rizki, lemahnya daya, maupun kemiskinan yang menimpanya.

Inginkah Engkau memiliki harta itu?
Sebagaimana akhlak-akhlak mulia lainnya, sebagai karakter mental, qonaah dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya pendidikan, lingkungan, bertambah dan berkurangnya iman, serta ketinggian dan kerendahan cita-cita

Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari menyebutkan beberapa faktor yang mendukung kita untuk memperoleh akhlak yang sangat berharga ini:

1. Ilmu agama
Ilmu agama merupakan faktor utama untuk memperoleh harta yang tidak terkira ini. Dengan ilmu, kita mengetahui hakikat, manfaat, dan bahaya jika melalaikan qonaah. Ilmu agama menjelaskan kepada kita hakikat dunia, menyingkap rahasia-rahasianya, dan bahaya-bahaya terlalu berorientasi kepadanya. Ilmu agama akan mendorong kita untuk mencintai dan mengerahkan seluruh perhatian kita kepada kampung akhirat, kehidupan yang kekal dan abadi.
Dan tiadalah kehidupan di dunia ini selain main-main dan sendau gurau. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu memahaminya? (Al-Anam:32)

Dengan ilmu pula kita memperoleh pengetahuan tentang Allah Azza wa Ala dengan seluruh nama-Nya yang husna dan sifat-Nya yang tinggi. Kebenaran akidah: iman kepada hari akhir dan iman kepada takdir yang baik maupun buruk, yang hal itu merupakan pondasi dasar yang memiliki pengaruh sangat besar dalam mewujudkan sifat qonaah, semuanya dapat diperoleh dengan ilmu agama.

2. Keimanan yang mantap
Ilmu yang kita miliki (insya Allah) berbuah menjadi keimanan yang mantap. Kuat lemahnya sifat qonaah dalam menghadapi berbagai fitnah dunia ini, sesuai dengan tingkat kekuatan iman yang ada pada setiap kita.

3. Pemahaman yang benar tentang qodho dan qodar
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah membagi-bagi rizki dan keadaan hidup seluruh manusia sejak zaman azali.{embagian yang dilakukan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala merupakan ketetapan berdasarkan kebijaksanaan dan ilmu-Nya.

Kekayaan yang tiada habis (bag. 3)

Kekayaan yang Tiada Habis, (Bag. 1)

Kekayaan yang Tiada Habis, Inginkah Engkau memilikinya?

Ketika seorang mukmin memahami nilai dunia dan hakikat kehidupan di dunia; ketika hati seorang mukmin digenangi oleh keimanan dan makrifat tentang Allah Subhanahu wa Ta'ala, nama-nama, dan sifat-sifat-Nya; maka ketika itu; dari pemahaman dan keimanan itu, akan lahirlah karakter mental yang sungguh berharga, yaitu qonaah. Itulah sebuah harta kekayaan yang tidak ada habisnya. Demikian yang disampaikan oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al Atsari dalam bukunya Qonaah, Kekayaan Tiada Habisnya.

Kekayaan yang Tiada Habis, Inginkah Engkau memilikinya?
(Faktor pendukung untuk memiliki sikap qonaah)

Ketika seorang mukmin memahami nilai dunia dan hakikat kehidupan di dunia; ketika hati seorang mukmin digenangi oleh keimanan dan makrifat tentang Allah Subhanahu wa Ta'ala, nama-nama, dan sifat-sifat-Nya; maka ketika itu; dari pemahaman dan keimanan itu, akan lahirlah karakter mental yang sungguh berharga, yaitu qonaah. Itulah sebuah harta kekayaan yang tidak ada habisnya. Demikian yang disampaikan oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al Atsari dalam bukunya Qonaah, Kekayaan Tiada Habisnya.

Qonaah - merasa cukup dengan apa yang ada- sebuah kata yang mudah untuk diucapkan, namun sulit untuk dipraktikkan. Terlebih di zaman ini, dimana kita melihat begitu banyak manusia mengalami kegilaan terhadap dunia beserta isinya. Di zaman sekarang ini, sulit rasanya untuk mewujudkan kekayaan yang tiada habisnya ini hanya dengan nasihat singkat, Nak, bersikaplah qonaah; kamu akan tenang hidupnya; atau nasihat-nasihat sejenis. Keterangan singkat yang disisipkan pada pengajian-pengajian juga belum mencukupi untuk menumbuhkan harta yang tiada habisnya ini. Hadits-hadits tentang qonaah yang kita baca pun, (terkadang) tidak cukup membantu untuk serta merta memunculkan sifat itu pada diri kita, kecuali orang-orang yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Fondasi Sifat Qonaah



Fondasi yang utama dan pertama untuk menumbuhkan sifat ini adalah keyakinan yang benar. Keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, mengenal Allah dengan nama dan sifat-sifat-Nya berikut keagungan dan keindahan yang dikandungnya; keimanan yang mantap kepada hari akhir, keyakinan yang benar tentang takdir yang baik dan buruk; semua itu merupakan landasan utama untuk menumbuhkan sifat dan karakter mental yang sangat mahal harganya ini.

Keimanan dan pengetahuan seorang mukmin terhadap Allah beserta nama dan sifatnya; akan menjadikan dirinya merenungkan firman, perintah dan penjelasan-Nya; yang hasilnya ia akan memahami hakikat dunia, hakikat dirinya, dan hakikat qonaah beserta manfaatnya di dunia dan di akhirat. Keimanan kepada hari akhir akan mendorong seorang mukmin untuk memiliki sikap zuhud terhadap dunia. Pemikirannya selalu tertuju kepada hari akhir dan seluruh rangkaiannya, terutama ketika amal-amal kita dihisab.

Kekayaan yang tiada habis (bag. 2)

Monday, January 14, 2008

REVIEW LAPORAN KEUANGAN KELUARGA

Assalamu'alaykum WR WB,

Alhamdulillah, kalo tidak disempetin mungkin tidak sempat-sempat untuk menulis sekedar mengingatkan sahabat-sahabat kami semua untuk melakukan review Laporan Keuangan Keluarga kita masing2. Seperti kita ketahui bahwa pada awal tahun semua perusahaan melakukan review laporan keuangannya selama setahun yang lalu dan merevisi seperlunya anggaran tahun berjalan yang baru saja dimasuki. Tidak ada salahnya kalau kita juga melakukan hal yang sama terhadap Laporan Keuangan Keluarga kita masing-masing. Bagi mereka yang sudah menjadi anggota milis group Komunitas Cerdas Finansial Madani di yahoogroup insha Allah bisa mendownload file APBK.xls yang sudah kami upload. Hal ini penting kita lakukan untuk sekedar mengetahui apakah kita termasuk orang2 yang beruntung dan mendapat pentunjuk Allah setelah kita menafkahkan sebagian rezki yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur'an surat Al Baqarah (2) ayat 3 & 5.


Disamping itu, banyak sekali dalam Al Qur'an Allah berfirman kepada hamba2nya yang beriman dengan menggandengkan kata-kata perintah "mendirikan sholat" dengan "tunaikan/bayarkan zakat". Bagaikan 2 sisi dalam mata uang yang menjadi satu kesatuan. Apabila uang yang kita miliki hanya ada satu sisi maka uang tersebut tidak laku bahkan dianggap pemalsuan/penipuan. Demikian pula dengan sholat dan zakat. Maha Suci Allah yang telah membuat Islam itu seimbang. Allah SWT memerintahkan hamba2nya yang beriman agar menjalankan ibadah terhadap Allah SWT secara vertikal melalui sholat dan juga terhadap sesama manusia secara horisontal melalui zakat. Dalam bahasa Al Qur'annya "hablumin Allah wa hablu minannaas". Begitupula dengan infaq/sedekah. Ternyata Allah SWT setiap hari menurunkan 2 malaikat. Satu malaikat berdoa kepada Allah SWT agar memberkahi dan menambah harta hambanya karena telah berinfaq/bersedekah pada hari itu. Sedang malaikat yang satu lagi berdoa kepada Allah SWT agar membakar dan memusnahkan harta hambanya karena kikir tidak mau berinfaq/bersedekah pada hari itu.

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Selain telah kami sediakan baris untuk ZIS dalam file APBK.xls, juga terdapat file kalkulator zakat dari blog tetangga (maaf dalam bahasa inggris dan arab) dalam Komunitas Cerdas Finansial Madani di yahoogroup. Semoga kedua file tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua.

Mohon maaf apabila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan. Atas perhatian kami ucapkan Jazakum Allah khairon katsiro.

Billahi taufiq walhidayah wassalamu'alaykum WR WB,

MAS

Saturday, January 12, 2008

Angka Dalam Islam

Berikut arti angka dalam Islam menurut salah satu website negeri Jiran
ANGKA 1:
Istiqamah itu satu jalan, awalnya kemuliaan, pertengahannya keselamatan, dan akhirnya adalah syurga yang menanti.

ANGKA 2:
Dua titisan yang sangat bernilai di hari akhirat, dapat memadamkan kepanasan api di padang mahsyar :
1) Air mata orang yang menangis {bertaubat kepada Allah} terutama di malam hari.
2) Darah para syuhada di medan jihad fisabilillah.

ANGKA 3:
Tiga perkara yang menjadi kesukaan dan kebahagiaan hidup rasulullah SAW:
1) Bau-bauan yang harum{wangi}
2) Isteri yang solehah
3) Cahaya mataku di dalam sholat.

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

ANGKA 4:
Berkata Saiyidina Ali karamullahuwajhah:Barangsiapa yang di berikan kepadanya empat perkara sesungguhnya dia telah di beri kebaikan dunia dan akhirat:
1) Sifat warak yang memeliharanya daripada apa yang di haramkan oleh Allah.
2) Dia hidup bersama masyarakat dengan akhlak yang penyantun.
3) Malu yang mencegahnya dari kejahilan org2 jahil.
4) Juga isteri solehah yang membantunya dalam urusan dunia dan akhirat.

ANGKA 5:
Berkata seorang soleh:Obat bagi hati itu ada pada lima perkara:
1) Membaca al-quran dengan tadabbur{ulang2}
2) Kosong perut.
3) Melakukan qiamullail.
4) Memohon ampun di waktu sahur.
5) Mendampingi orang2 soleh {ulama'}

ANGKA 6:
Enam cara2 menghindarkan dari iblis:
1) Bertaqwa kepada Allah di mana saja.
2) Selalu meminta pertolongan daripada Allah.
3) Selalu berzikir dan berwirid.
4) Memperbaharui taubat.
5) Memperbanyakkan istighfar
6) Selalu meningkatkan dan memperkemaskan ibadah di samping asasnya ilmu yang bermanfaat.



ANGKA 7:
Tujuh anak-anak Rasulullah SAW:
1) Qasim
2) Abdullah
3) Ibrahim
4) Zainab
5) Ruqaiyah
6) Fatimah
7) Umi kalsum

ANGKA 8:
Senjata2 perempuan yang boleh mendatangkan fitnah besar kepada Islam dan umatnya:
1) Air mata
2) Merajuk dan suka bermanja-manja
3) Berhias diri dan bergaya
4) Berpura-pura sakit
5) Senyuman
6) Penipuan
7) Kata-kata yang manis
8) Mempertakuti bahawa ia akan lari.

ANGKA 9:
Bila taqwa tidak ada, maka para ulama akan dikuasai oleh sembilan nafsu-nafsu berikut:
1) Sombong atau ego
2) Ujub dan riak
3) Hasad dengki
4) Susah untuk menerima kebenaran dari orang lain
5) Ingin berlawan terutama sesama ulama
6) Gunakan ilmu sebagai alat untuk kepentingan dunia, pangkat, dan wang ringgit
7) Pemarah
8) Ingin di hormati {gila puji}
9) Kalau mampu akan hidup bermewah- mewah.

Download GRATIS PDF dan 3 Video Kaya dari Properti TANPA MODAL

ANGKA 10:
Ada sepuluh macam orang yang mayatnya tidak busuk dan tidak reput di dalam kubur dan mereka akan bangun ke padang mahsyar dengan tubuh yang asal dari kubur:
1) Para Nabi dan Rasul
2) Para ahli jihad{mujahid}
3) Para ahli ulama
4) Para syuhada
5) Huffazul qur'an
6) Imam atau pemimpin yang adil
7) Muazzin
8) Wanita yang mati kerana kelahiran{beranak}
9) Orang yang mati di bunuh atau dianiaya
10) Orang yang mati pada siang atau di malam jumaat...